Menyambut Matahari Terbit di Pelabuhan


Matahari pagi selalu indah dan menyejukkan hati jika dipandang. Langit yang mulai terang, hawa dingin yang mulai tersibak hangat dan suara burung yang mulai keluar dari sarangnya.

Suasa itu yang kami rasakan. Saat kami jalan-jalan ke ujung Pelabuhan Panjang yang ada di kota ini.

Memandang ke laut, terhampar selat yang membelah daratan di seberang. Dihiasi beberapa kapal-kapal besi yang melabuhkan jangkarnya di tengah lautan. Sedangkan di sampingnya lalu lalang kapal-kapal kecil penangkap ikan yang bertebaran di lautan mencari karunia Tuhan.


Saat itu kami habis ngantar ibunya Andra ke Pelabuhan Pendek (Pelabuhan Speed Boad) karena tugas ke luar daerah, tepatnya Pudi. Kegiatan sosialisasi Kantor Pariwisata.

Jam 6 pagi kami berangkat bertiga. Andra pun belum mandi.

Namun beberapa menit di sana, Andra memelas pengen ikut ibunya. Sampai nangis-nangis.

Katanya pengen sekalian ke rumah Uwa (saudara ibunya). Kebetulan Pudi adalah juga kampung halaman neneknya Andra. Bahkan neneknya Andra dikuburkan di sana.

Andra memang beberapa kali ngajak jalan-jalan ke sana, pengen ke rumah Uwa dan ke kubur neneknya. Namun sampai sekarang gak ada kesempatan.

Saat ibunya ada kesempatan, namun sayangnya cuman sebentar saja di sana. Berangkat pagi pulang siang. Selain itu sampai di Pudi belum tentu bisa ke rumah Uwa yang jaraknya lumayan jauh dari lokasi sosialisasi.

Tangisan Andra munculkan inisiatif saya ngajaknya ke Pelabuhan Panjang, yang jaraknya gak jauh dari Pelabuhan Pendek. Saya rayu ngelihat kapal-kapal besar dan speedboad. Kebetulan dia sejak kecil memang sangat suka dengan kapal.

Mungkin karena sewaktu dalam perut ibunya sudah tercetak di blueprint Andra, karena dulu saya dan ibunya tidak asing dengan kapal dan lautan. Dulu saya tugas di Pulau Marabatuan, Kec. Pulau Sembilan.

Izin Allah saya sudah pindah tugas kembali di Kotabaru.

Back to Pelabuhan Panjang. Suasananya begitu romantis dan indah pagi itu. Kebetulan harinya cerah.


Memandang ke arah laut begitu tenang. Memandang ke daratan begitu nyaman melihat kota Kotabaru.

Andra sampai pengen rebahan di motor. Seandainya kami bisa rebahan, maka kami rebahan di situ. ^_^

Saya jadi ingat dialog filmnya Wake Up Side,
"Kota akan selalu berubah seiring bertambahnya waktu..

Namun laut tidak akan berubah selamanya.."

Keren uey...

Namun sayangnya kami tidak bisa lama di situ, karena kami mesti pulang, siap-siap ngantar Andra sekolah dan saya pergi ngajar.


By the way waktu yang singkat tersebut menjadi kenangan tersendiri. Karena memang saya udah lama gak ngajak Andra jalan-jalan pagi ke Pelabuhan dan ngelihat suasana kota.

Write a comment