Tulisan Andra yang Bikin Mewek

Kali ini saya ingin menulis tentang tulisan Andra. Tulisan ini bener-bener bikin saya dan ibu nya menjadi mewek.

Karena di luar dugaan kami, dia sudah bisa berpikir besar, dan menyampaikannya dengan cara menuangkan dalam bentuk tulisan.

Bagi orang tua, hal tersebut adalah sesuatu yang besar bagi kami.

Bayangkan, dia sudah memikirkan untuk:
  • Mau jiarah ke kubur Nabi
  • Mau pesantren
  • Mau jadi ustad
  • Dan mendoakan adiknya nanti kaya

Berikut tulisannya.



Latar belakang tulisan itu, saat siang harinya dia kami marahi. Gara-garanya dia bermain game di HP, kemudian mara-marah ketika ditegur untuk berhenti. Karena saat itu sudah jam dia mengaji di tahfiz.

Bahkan ketika mau saya ambil HP di tangannya, dia begitu kuat memperthankannya, sambil ngambek. Alasan dia karena gara-gara ibunya, dia jadi ter-logout dari game.

Namun kami berpikir, itu bukan alasan yang bisa diterima.

Akibat kelakuannya, membuat saya dan ibunya marah. Saya pun ngambil keputusan untuk tidak mengizinkannya memainkan HP di hari Sabtu dan Minggu, yang memang jadwal dia boleh main.

Dengan berlalunya waktu, dia merasa bersalah, kemudian membuat tulisan itu.

Namun sayangnya malam harinya, dia kembali berulah lagi yang membuat kami marah.

Nah keesokan harinya tanggal 16 November 2019, saya menemukan tulisan ini lagi di rak buku saya, sewaktu saya membereskan perlengkapan untuk kerja.


Pagi itu langsung saya bahas dengan Andra. Bahwasanya ayah dan mama, selalu memaafkannya.

Kemudian saya menjelaskan perihal isi suratnya, bahwasanya ayah mama tidak ingin meminta balasan apa pun, yang penting dia menjadi anak yang shaleh, rajin belajar.

Write a comment